Skip to main content

HUJUNG MINGGU UNTUK KITA

Hujung minggu,
aku simpan dalam hati,
bukan untuk berlari mengejar janji,
tapi untuk duduk di sini,
bersama kamu yang memanggilku ibu
bersama dia yang memanggilmu papa.

Sepanjang minggu,
kita sama-sama penat,
kamu dengan buku dan tugasan yang berat,
aku dengan urusan yang tak pernah berhenti,
hingga kadang kita lupa
menatap mata,
mendengar rasa.

Maka bila tiba masa ini,
biarlah dunia di luar menunggu.
Kita mahu mengajar,
bukan sekadar membaca dan mengira,
tapi mengajar erti tawa,
erti pelukan,
erti ada di sisi walau diam.

Kerja sekolah masih akan siap,
urusan lain tetap akan beres,
tapi senyuman hari ini,
tawa kecil ini,
takkan pernah kembali sama.

Hujung minggu ini,
biar ia menjadi milik kita.
Milik keluarga kecil
yang sedang membina kenangan
untuk dikenang
selama-lamanya.


14 OGOS 2025
syufeqa nurby

Comments

Popular posts from this blog

LAUT DALAM JIWA

Ada jiwa yang bekerja dalam diam di balik tabir sunyi tidak menuntut sorakan tidak meminta pujian namun dari tangannya berdiri sebuah kehidupan Engkau menjahit doa dari helai-helai lelah menyulam tabah dari benang luka menyembunyikan tangis di sebalik senyuman agar yang lain merasa teduh meski hatimu sendiri dilanda badai Orang melihat kepada dahan yang menjulang kepada bunga yang berwarna, kepada buah yang ranum namun akar yang setia di bumi sering dilupakan Padahal akar itulah yang memeluk tanah menyedut getir hujan menahan ribut dan goncang agar pohon tetap tegak Dan saat pohon segar, akar tidak dipandang saat pohon tumbang, akar pula dipersalahkan Namun ia tetap setia diam-diam menyimpan rahsia musim memberi nafas kepada kehidupan tanpa pernah menagih balasan Begitu juga tiang yang tak ternampak Orang memuja dinding yang berhias orang mengagumi atap yang megah namun tiang yang teguh di tengah rumah jarang sekali disebut namanya Ketika rumah kukuh berd...

Suara Yang Ditahan Angin

 Di lereng senja, ada sekuntum hati yang tumbuh di celah batu mengakar diam walau angin sering menyapa tanpa izin waktu Di rumah teduh di kaki bukit datangnya burung yang sama berulang kali bertandang konon mahu singgah pada dahan tua tempat ia menetas dahulu namun setiap kali ia hinggap dibiar pula anak kecilnya pada rumput yang bukan rumputnya sendiri seolah bumi itu wajib menadah setiap jatuh yang ditinggalkan Sedang si bunga batu dengan segala beban embun yang menitis saban hari terus dipaksa mekar dalam ruang yang sempit dibisukan oleh bayang pohon tinggi yang tidak pernah tahu malu merampas cahaya pada waktu yang tidak patut Apabila bunga itu cuba berbicara sekadar melepaskan degup yang lama dipendam sekadar ingin meluah rasa retak kepada langit yang mendengar di laman maya tiba-tiba guruh datang mencelah, membawa suara-suara angin yang mempertahankan pokok darahnya sendiri langit yang tadinya damai terus badai, seolah satu keluhan kecil adalah ...

Rona Harimu, Cahaya Hidupmu

 Di sebalik bunyi periuk yang berdenting dan baju yang menunggu untuk dilipat, aku tersenyum. Tiada yang melihat pengorbananku setiap hari tapi hatiku tahu, setiap usaha itu bukan sia-sia. “Kadang dunia nampak biasa,” aku bermonolog sendiri, “tapi aku sedang membentuk sesuatu yang luar biasa.” Anak-anaknya bermain di ruang tamu. Setiap tawa mereka adalah hadiah, setiap pelukan mereka adalah pengiktirafan yang tiada tandingan.  Hari demi hari, aku belajar satu perkara bahawa kekuatan sebenar bukan datang dari pujian orang lain, tetapi dari hati yang percaya pada nilainya sendiri. Menjadi suri rumah bukanlah tugas yang ringan tapi ia adalah seni, pengorbanan, dan kasih yang tiada ganti. "Aku mungkin tidak pergi ke pejabat, tapi aku membina dunia kecil yang penuh cinta. Dan itu cukup untukku merasa bangga." Sesekali, dunia luar mungkin tidak melihat apa yang kau lakukan. Tapi ketahuilah, setiap usaha, setiap peluh, setiap senyuman itulah cahaya yang menerangi hidupmu sendir...