Skip to main content

LAUT DALAM JIWA


Ada jiwa yang bekerja dalam diam
di balik tabir sunyi
tidak menuntut sorakan
tidak meminta pujian
namun dari tangannya berdiri sebuah kehidupan

Engkau menjahit doa dari helai-helai lelah
menyulam tabah dari benang luka
menyembunyikan tangis di sebalik senyuman
agar yang lain merasa teduh
meski hatimu sendiri dilanda badai

Orang melihat kepada dahan yang menjulang
kepada bunga yang berwarna,
kepada buah yang ranum
namun akar yang setia di bumi
sering dilupakan
Padahal akar itulah yang memeluk tanah
menyedut getir hujan
menahan ribut dan goncang
agar pohon tetap tegak

Dan saat pohon segar, akar tidak dipandang
saat pohon tumbang, akar pula dipersalahkan
Namun ia tetap setia
diam-diam menyimpan rahsia musim
memberi nafas kepada kehidupan
tanpa pernah menagih balasan

Begitu juga tiang yang tak ternampak
Orang memuja dinding yang berhias
orang mengagumi atap yang megah
namun tiang yang teguh di tengah rumah
jarang sekali disebut namanya
Ketika rumah kukuh berdiri
tiang tidak dikenang
namun bila rumah roboh
barulah semua sedar
bahawa tanpa tiang
tiada apa yang pernah berdiri

Begitulah engkau
laut dalam jiwa
Engkau menyimpan dalam relung hatimu
ombak yang ganas
gelombang yang menjerit
namun di permukaan
engkau tetap tenang
tetap mengalir
tetap mendamaikan

Engkau tidak mencari perhatian
tidak menagih penghormatan
cukup sekadar memastikan
yang lain mampu berdiri
yang lain mampu berlindung
yang lain mampu hidup

Di balik tabir sunyi
engkau menjadi rahsia yang jarang disebut
namun tanpamu segala runtuh
tanpamu semua hilang arah
Engkau adalah akar yang menyokong pohon
tiang yang menahan rumah
laut yang menyimpan badai
tabir yang menutup luka
dan cahaya yang tidak padam

Wahai jiwa yang tersembunyi
jangan kau merasa kecil
hanya kerana dunia tidak menyebut namamu
kerana kekuatanmu bukan pada sorakan
tetapi pada teguhmu bertahan

Dan jika suatu hari
nama dan jasamu masih dilupakan
biarlah puisi ini menjadi saksi
bahawa engkau bukan bayang
bukan sekadar pelengkap
tetapi asas
nadi
dan warisan yang menghidupkan segalanya


20 Ogos 2025
Syufeqa Nurby AR

Comments

Popular posts from this blog

Suara Yang Ditahan Angin

 Di lereng senja, ada sekuntum hati yang tumbuh di celah batu mengakar diam walau angin sering menyapa tanpa izin waktu Di rumah teduh di kaki bukit datangnya burung yang sama berulang kali bertandang konon mahu singgah pada dahan tua tempat ia menetas dahulu namun setiap kali ia hinggap dibiar pula anak kecilnya pada rumput yang bukan rumputnya sendiri seolah bumi itu wajib menadah setiap jatuh yang ditinggalkan Sedang si bunga batu dengan segala beban embun yang menitis saban hari terus dipaksa mekar dalam ruang yang sempit dibisukan oleh bayang pohon tinggi yang tidak pernah tahu malu merampas cahaya pada waktu yang tidak patut Apabila bunga itu cuba berbicara sekadar melepaskan degup yang lama dipendam sekadar ingin meluah rasa retak kepada langit yang mendengar di laman maya tiba-tiba guruh datang mencelah, membawa suara-suara angin yang mempertahankan pokok darahnya sendiri langit yang tadinya damai terus badai, seolah satu keluhan kecil adalah ...

Rona Harimu, Cahaya Hidupmu

 Di sebalik bunyi periuk yang berdenting dan baju yang menunggu untuk dilipat, aku tersenyum. Tiada yang melihat pengorbananku setiap hari tapi hatiku tahu, setiap usaha itu bukan sia-sia. “Kadang dunia nampak biasa,” aku bermonolog sendiri, “tapi aku sedang membentuk sesuatu yang luar biasa.” Anak-anaknya bermain di ruang tamu. Setiap tawa mereka adalah hadiah, setiap pelukan mereka adalah pengiktirafan yang tiada tandingan.  Hari demi hari, aku belajar satu perkara bahawa kekuatan sebenar bukan datang dari pujian orang lain, tetapi dari hati yang percaya pada nilainya sendiri. Menjadi suri rumah bukanlah tugas yang ringan tapi ia adalah seni, pengorbanan, dan kasih yang tiada ganti. "Aku mungkin tidak pergi ke pejabat, tapi aku membina dunia kecil yang penuh cinta. Dan itu cukup untukku merasa bangga." Sesekali, dunia luar mungkin tidak melihat apa yang kau lakukan. Tapi ketahuilah, setiap usaha, setiap peluh, setiap senyuman itulah cahaya yang menerangi hidupmu sendir...