Dalam kehidupan, kita sering terlupa bahawa kebahagiaan bukan datang daripada perkara besar semata-mata, tetapi daripada usaha kecil yang kita lakukan setiap hari. Dalam hubungan, cinta sejati bukan hanya diucapkan dengan kata manis, tetapi dibuktikan melalui kesabaran, penghargaan, dan kesediaan untuk terus memilih pasangan yang sama, walaupun melalui badai yang paling sukar. Sebagai ibu bapa, pelukan kecil anak-anak, senyuman tanpa gigi mereka, dan panggilan ‘ibu’ atau ‘ayah’ adalah doa yang menjelma menjadi kebahagiaan. Jangan tunggu masa sempurna untuk menghargai semua ini; kerana detik yang kita ada sekarang adalah yang paling sempurna. Hari ini, pilih untuk hadir sepenuhnya untuk diri sendiri, untuk keluarga, dan untuk mereka yang mencintai kita."
Ada jiwa yang bekerja dalam diam di balik tabir sunyi tidak menuntut sorakan tidak meminta pujian namun dari tangannya berdiri sebuah kehidupan Engkau menjahit doa dari helai-helai lelah menyulam tabah dari benang luka menyembunyikan tangis di sebalik senyuman agar yang lain merasa teduh meski hatimu sendiri dilanda badai Orang melihat kepada dahan yang menjulang kepada bunga yang berwarna, kepada buah yang ranum namun akar yang setia di bumi sering dilupakan Padahal akar itulah yang memeluk tanah menyedut getir hujan menahan ribut dan goncang agar pohon tetap tegak Dan saat pohon segar, akar tidak dipandang saat pohon tumbang, akar pula dipersalahkan Namun ia tetap setia diam-diam menyimpan rahsia musim memberi nafas kepada kehidupan tanpa pernah menagih balasan Begitu juga tiang yang tak ternampak Orang memuja dinding yang berhias orang mengagumi atap yang megah namun tiang yang teguh di tengah rumah jarang sekali disebut namanya Ketika rumah kukuh berd...

Comments
Post a Comment